Survei tahunan cadangan emas bank sentral yang dirilis World Gold Council (WGC), yang dilakukan antara Februari hingga Mei dan melibatkan 74 bank sentral dari berbagai negara tersebut, bahwa minat bank sentral terhadap emas masih sangat kuat. Dalam empat tahun terakhir, bank-bank sentral secara rata-rata membeli sekitar 1.000 ton emas per tahun, atau dua kali lipat dibandingkan rata-rata pembelian pada dekade sebelumnya.
Sebanyak hampir sembilan dari 10 bank sentral yang berpartisipasi dalam survei memperkirakan total cadangan emas bank sentral global akan terus meningkat dalam 12 bulan mendatang. Sementara itu, 45% responden memperkirakan cadangan emas yang mereka miliki sendiri juga akan bertambah. Hanya sekitar 1% yang memperkirakan terjadi penurunan cadangan.
Survei juga mengungkap perubahan strategi penyimpanan cadangan emas. Makin banyak bank sentral memilih menyimpan porsi yang lebih besar dari emas mereka di dalam negeri dibandingkan di lokasi penyimpanan internasional yang selama ini menjadi pilihan utama, seperti Bank of England atau Federal Reserve Bank of New York.
Sebanyak 9% responden menyatakan telah meningkatkan porsi penyimpanan emas di dalam negeri selama 12 bulan terakhir. Angka tersebut meningkat dibandingkan 5% pada survei tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, 10% responden menyatakan telah mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka di luar negeri. Angka itu melonjak dari hanya 2% pada survei sebelumnya.
Para analis menilai perubahan tersebut tidak terlepas dari memburuknya hubungan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir. Invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan pembekuan sekitar US$300 miliar aset luar negeri Rusia oleh negara-negara Barat memicu kekhawatiran baru di kalangan bank sentral mengenai akses terhadap cadangan yang disimpan di luar negeri ketika terjadi ketegangan politik.
Emas juga memiliki nilai simbolis sebagai aset nasional sehingga memberikan alasan tambahan bagi suatu negara untuk menyimpan cadangan tersebut di wilayahnya sendiri. Seperti langkah yang dilakukan bank sentral Prancis. Otoritas moneter negara itu belakangan mengurangi eksposur penyimpanan emas di Amerika Serikat dengan menjual kepemilikan emas di sana dan membeli jumlah yang setara di Eropa, tanpa harus memindahkan emas secara fisik.
Diperkirakan bank sentral akan membeli 750 hingga 1.000 ton emas tahun ini. Permintaan seperti itu mungkin tidak akan mendorong harga naik tajam dengan sendirinya, tetapi hal itu akan memberikan fondasi yang stabil bagi pasar dan membantu mengimbangi permintaan perhiasan serta investasi yang lebih lemah.