Bank sentral Belanda (DNB) mengonfirmasi bahwa emas senilai miliaran dolar sebanyak 86 ton emas telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada ke London, dengan alasan adanya “peningkatan gejolak geopolitik” melalui operasi kompleks yang memakan waktu beberapa bulan.

Emas tersebut disimpan di Bank of England, tempat logam mulia itu dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah dalam situasi krisis dan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami. Keputusan itu diambil di tengah sengketa perdagangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Kanada.

Bank Sentral Belanda (DNB) mengatakan pemindahan tersebut, yang berlangsung antara Maret hingga Agustus, melibatkan pengangkutan 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda.

Perekonomian AS masih berada dalam situasi yang tidak menentu akibat perang dengan Iran, yang berdampak pada perdagangan global. Sementara Kanada juga terdampak berat oleh tarif AS terhadap sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif.

Setelah pemindahan tersebut, porsi penyimpanan di masing-masing lokasi turun menjadi 18,5 persen. DNB menyebut total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025, dengan nilai sekitar 72,2 miliar euro.

Setelah relokasi ini, porsi cadangan emas Belanda yang disimpan di London meningkat dari 18,1 persen menjadi 32,1 persen, sementara 30,8 persen cadangan tetap berada di dalam negeri, di Belanda.